About

Thursday, 18 July 2013

[Photography] Daido Moriyama



Daido Moriyama



1x1.trans 5 Lessons Daido Moriyama Has Taught Me About Street Photography
"Stray Dog"

Daido Moriyama adalah seorang street photographer dari Jepang. Lahir pada tahun 1938 di Osaka yang artinya tahun ini dia berusia 75 tahun. Lebih lengkap tentang biografinya bisa dilihat di wikipedianya karena saya tidak akan terlalu banyak membahasnya. Disini saya hanya ingin menceritakan inspirasi-inspirasi yang saya dapat dari sosok Daido. Karena dia terlalu inspiring menurut saya. 

Saya memang menggemari fotografi, dan sedari dulu selalu menganggap bahwa untuk menjadi fotografer itu wajib memiliki kamera canggih seperti DSLR, lensa, dan mengerti apa itu shutter, ISO, dan istilah fotografi yang lainnya. Karena saya orang dengan tipikal malas ribet, saya akhirnya malas untuk lebih menggali dunia fotografi. Paradigma itu ternyata salah besar ketika pada kira-kira tahun 2009 saya menemukan artikel tentang Daido Moriyama di salah satu forum fotografi. Daido adalah sosok yang simple dan jenius. Menurutnya, photography is not about  camera.
Of course we need the camera. If you want to write a romantic love letter, we need some tool to write it with. But anything– a pencil or a ball pen is fine. It is like this in photography, and he is a pioneer for that. (Araki 2001) 
Kemarin saya baru saja melihat dokumentari tentang Daido di Youtube yang membuat saya akhirnya ingat dan tergerak untuk menulis tentang Daido. Here's the video.

“I don't use a large camera, instead i always use a compact camera. I mainly photograph in the street and this doesn't make people feel uncomfortable. It's easy to shoot with"
The moment which you want to capture does not fit your feeling, if you do this. If you are using a compact camera, it is simple.
Also furthermore, if you [use a SLR in front of your eyes] many people in Shinjuku, people turn their faces, or flee.”
kamu tidak perlu mengkhawatirkan settingan kamera, jenis kamera, karena hanya cukup click and let camera do the rest. Sebenarnya hal ini lah salah satu kenapa saya akhirnya menggemari kamera analog dan lomography. karena selama ini asumsi saya adalah bahwa fotografi sebenarnya, hanya untuk pengguna DSLR. Setelah bermain flickr, berinternet ria dan bertemu dengan fotografer-fotografer non mainstream indonesia, akhirnya saya mengerti bahwa sebenarnya yang lebih penting dari sebuah tools adalah kemauan dan ke-sepenuhhatian kita terhadap bidang tersebut. karena bakat dan sense bisa dilatih, bisa diasah dan dikembangkan, hal ini saya amati setelah mengikuti Instagram, dimana setiap orang memiliki gaya masing-masing dalam mengabadikan gambar.
“…The only difference is that I use my own way to record my life, while they use theirs.
Dan, Daido moriyama lebih menyukai mengambil foto dalam warna black and white. 
"Monochrome has stronger element of abstraction or symbolism because the colour is making the decisions, it feels vulgar and that seems to be the difference"
Sekilas saja tentang Daido Moriyama. Sebuah artikel yang sangat bagus jika ingin lebih mengetahui Daido Moriyama lebih jauh,
here : Daido Moriyama by erickimphotography

You don't need a DSLR to take a good photos. It's all about how you incoporate with a camera.
--- Daido Moriyama

No comments:

Post a Comment